Get Your Website Now

Masuk Surga Karena Bersahabat Dengan Orang Saleh




Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaikum,

Sahabat 1001-Kisah Islami.Com. Persahabatan yang baik adalah persahabatan yang dapat memberikan kebaikan dan saling menguntungkan baik kita dan teman kita. Sahabat yang baik akan membawa kepada kita kejalan yang baik, namun sahabat yang tidak baik, maka sebaliknya akan menjerumuskan kita kelembah kenistaan. Oleh karena itu mencari teman yang baik adalah teman yang dapat membawa kita ke surga dengan cara berkumpul dengan orang-orang saleh, karena mereka tidak akan meninggalkan kita dikala kita sengsara dan tidak pula menggerogoti harta kita jika kita dalam keadaan lapang?

Pada kesempatan yang Allah SWT. berikan pada kali ini saya akan bercerita tentang sebuah kisah persahabatan yang tertulis dalam kitab "Durratun Nashsihin" karangan Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyiyi. Beliau menceritakan dalam kitab tersebut sebuah kisah dimana dua sahabat yang satunya meninggal dunia lalu divonis masuk neraka, karena dia ahli maksiat dan satunya lagi adalah orang saleh dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah dan masuk surga. Sahabat yang saleh itu mendapat perlakuan yang baik oleh malaikat Ridwan, ia diantarkan oleh malaikat Ridwan sampai ke pintu surga. Sedangkan sahabatnya yang ahli maksiat itu diperlakukan sebagaimana seorang pendosa, ia digiring kedalam neraka sebagai tampat kembalinya.

Dengan rasa senang bercampur kebahagiaan yang tiada terkira dan tidak dapat dibayangkan kenikmatan yang akan ia peroleh didalam surga sebagai balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat kepada Allah SWT. sahabat yang saleh itu melangkahkan kakinya menuju surga yang akan ia tempati. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara yang cukup keras dan suara itu ia sangat mengenalnya.

"Sahabatku...tolong aku. Atas nama persahabatan kita selamatkanlah aku dari neraka!"

Suara itu terus terdengar meminta tolong kepada sahabat yang saleh itu. Dicarinya asal suara itu, lalu ia melihat ada seorang laki-laki yang diseret-seret menuju neraka oleh malaikat Malik yang wajahnya begitu menakutkan. Kemudian dia berkata: "Ya Allah, orang itu adalah sahabatku ketika di dunia. Dia merasa prihatin dan sangat sedih melihat sahabatnya itu digiring ke neraka. Kemudian orang saleh itu tidak mau masuk surga dan meminta kepada malaikat Ridwan agar mengantarkannya ke neraka. Malaikat Ridwan berkata kepada orang saleh itu,

"Bagaimana saya akan membawa tuan ke neraka, padahal saya diperintahkan mengantar tuan ke surga? Silahkan tuan, tidak usah ragu, Surga yang indah ini milik tuan dan saya akan melayani tuan dengan sebaik-baiknya...!" Kata malaikat Ridwan

Orang Saleh itu berkata,

"Aku tidak membutuhkan surga dan pelayananmu. Bawa saya ke neraka.!"


Malaikat Ridwan menolak permintaan orang saleh itu untuk membawanya ke neraka, dalam keadaan yang saling bersitegangan itu, kemudian terdengar suara gaib yang berasal dari Yang Maha Agung.

"Wahai malaikatku, sebenarnya Aku telah mengetahui apa yang tersembunyi dibalik dada hambaku yang saleh ini. Namun, agar lebih jelas bagimu tanyakan sendiri kepadanya kenapa ia memilih neraka daripada surga!"

Malaikat Ridwan segera memenuhi perintah Dari Allah Yang Maha Agung.

"Mengapa Tuan lebih menyukai neraka daipada surga?"
"Engkau lihat orang yang sedang diseret-seret menuju neraka itu? Ia adalah sahabatku selama hidup di dunia. Ia menjerit-jerit minta tolong agar aku membebaskannya dari ancaman neraka. Aku sadar sepenuhnya, tidak mungkin aku yang lemah ini menyelamatkannya dari neraka dan membawanya ke surga. Karena itu, lebih baik aku yang ke neraka agar dapat bersama-sama dengannya, "ujar orang saleh itu.

Mendengar jawaban orang saleh itu, malaikat Ridwan bertambah kaget, lalu terdengar lagi suara dari Yang Maha Agung Allah Subhanahu wa ta'alaa.

"Wahai hambaKu yang saleh, dengan segala kelemahanmu, engkau rela masuk neraka untuk bersama-sama dengan sahabatmu yang telah menemanimu sebentar saja di dunia. Padahal, sepanjang umurmu, engkau begitu taat dan berbakti kepadaKu, memujaKu sebagai Tuhanmu. Bagaimana Aku rela membiarkanmu masuk neraka? Karena itulah Aku hadiahkan sahabatmu itu untukmu, dan ajaklah dia masuk surga bersamamu. Inilah ganjaran yang sepadan bagimu, "terang suara itu.


Subhanallah, sungguh Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya yang saleh, lantaran bersahabat dengan orang saleh semasa hidup di dunia, sahabat yang yang ahli maksiat itu mendapat pengampunan dan kasih sayang Allah SWT. dan memasukkan dua sahabat itu ke dalam surga yang penuh kenikmatan sebagai tempat tinggal yang abadi tanpa mengurangi pahala surga yang Allah berikan kepada orang saleh itu.


"Sebaik-baiknya sahabat adalah sahabat yang dapat membawa kita ke surga. Bukan sahabat yang membawa kita ke neraka."

"Persahabatan yang sejati akan membawa kerinduan yang abadi."


WALLAHU A'LAM.



Kisah Wanita yang Menjadi Shalehah Karena Nasihat Seorang Pemuda


Mungkin sedikit orang yang menyadari bahwa istiqomah dalam ketaatan adalah salah satu bentuk dakwah, orang-orang memahami bahwa dakwah hanyalah penyampaian dalam bentuk lisan, tulisan, atau pelajaran.
Salah seorang da’i menyampaikan sebuah kisah tatkala ia berada di Amerika. Da’i ini adalah seorang yang berasal dari Arab Saudi. Tatkala dia ke Amerika dan menjadi pemateri di sebuah pertemuan tak disangka ada seorang pemateri juga berasal dari Arab Saudi namun sudah 40 tahun tinggal di Amerika.

Tatkala ia melihat da’i ini, ia pun merasa malu dengan penampilan sang da’i yang sesuai dengan latar belakang Arabnya; memkai jubah dan mengenakan gurtah. Lalu ia menegur sang da’i untuk mengganti apa yang ia pakai karena itu terkesan kuno dan terbelakang, beda dengan penampilannya. Sang da’i tidak menanggapi serius perkataannya.

Yang mengagetkan adalah saat orang Arab Saudi –Amerika- ini melihat sang da’i menunaikan shalat di sela-sela break acara. Ia mulai terenyuh dan mengingat kembali siapakah dia ini sebenarnya. Ketika masjid atau tempat shalat sepi, ia masuk ke dalamnya dan menunaikan shalat sambil menangis tersedu-sedu. Sehabis shalat sang da’i menanyakan apa yang terjadi padanya. Ia menjawab sudah 40 tahun ini aku tidak shalat, dan aku baru teringat akan hal itu ketika melihatmu menunaikan shalat.

Itulah istiqomah dan itulah dakwah, istiqomah dalam ketaatan itu bisa menginspirasi pelaku dosa untuk bertaubat dan berhenti dari perbuatan dosanya. Sebagaimana kisah berikut ini, seorang pemuda yang shaleh, menginspirasi seorang wanita yang hidupnya dipenuhi kelalaian dan jauh dari nila-nilai ketaatan kepada Allah.

Berikut kisahnya

Dari Ahmad bin Said dari bapaknya, ia berkisah:
Di Kufah terdapat seorang pemuda yang rajin beribadah. Ia selalu ke masjid, tidak pernah tidak. Ia juga seorang yang tampan dan baik. Lalu ada seorang gadis cantik dan cerdas jatuh hati padanya. Selang berapa lama, suatu hari gadis itu berdiri di jalan yang biasa dilewati pemuda menuju masjid.

Gadis itu berkata (untuk merayunya), “Dengarkanlah ucapanku, kemudian setelah itu terserah kamu.” Pemuda itu berlalu tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Sewaktu pemuda itu pulang dari masjid, wanita tersebut masih berdiri di tempatnya, dia berkata, “Wahai fulan, dengarkanlah ucapanku.” Pemuda itu serba salah, lalu ia pun menjawab, “Ini adalah perbuatan yang bisa mendatangkan prasangka buruk. Sementara aku tidak menyukai hal itu.”

Gadis itu berkata, “Demi Allah, tidaklah aku berdiri di sini karena ketidaktahuanku tentang dirimu. Na’udzubillah, kalau orang-orang melihat seperti itu dariku. Yang membuatku berani dalam urusan ini adalah pengetahuanku bahwa sedikit dari hal ini menurut orang-orang adalah banyak, dan kalian para ahli ibadah dalam urusan ini bisa berubah oleh sesuatu yang remeh. Yang ingin aku katakana kepadamu adalah anggota tubuhku selalu tertuju padamu. Maka Allah… Allah pertimbangkanlah urusanku dan urusanmu.”

Maksud gadis ini ia telah lama memperhatikan sang pemuda oleh karena itu ia katakana tujuannya berdiri di jalan tersebut karena tahu dan kagum kepada sang pemuda. Ia berani merayu sang pemuda walaupun orang-orang shaleh seperti pemuda ini menganggap besar dosa-dosa yang diremehkan orang, namun tidak jarang mereka juga tergelincir oleh wanita, gadis itu katakana “kalian ahli ibadah bisa berubah karena urusan yang remeh.”

Pemuda itu pulang dan hendak menunaikah shalat (sunah pen.) di rumah, namun ia tidak bisa melakukannya karena pikirannya terganggu. Lalu ia menulis dan keluar dari rumahnya. Ternyata sang wanita masih berdiri di tempatnya, sang pemuda pun memberikan apa yang ia tulis kepada wanita tersebut, lalu kembali lagi ke rumah.

Tulisan itu berisi, “Bismillahirrahmanirrahim.. ketahuilah wahai Fulanah, jika ada seorang muslim yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia menutupinya. Jika dia mengulanginya maka Allah tetap menutupinya. Tetapi jika ia telah memakai pakaian kemaksiatan, maka Allah ‘Azza wa Jalla murka dengan kemurkaan dimana langit, bumi, gunung, pohon, dan hewan-hewan tidak kuasa menanggungnya. Siapa yang kuat menanggung murka-Nya?

Jika apa yang kamu sebutkan itu suatu kebatilan, maka aku mengingatkanmu akan suatu hari ketika langit seperti luluhan perak dan gunung-gunung seperti kapas. Umat manusia berlutut di hadapan Allah Yang Maha Besar lagi Maha Agung. Demi Allah, aku sendiri tidak mampu menyelamatkan diriku, lalu bagaimana mungkin aku mampu menyelamatkan orang lain saat itu? Jika apa yang kamu sebutkan itu benar (ingin mengobati luka), maka akan kutunjukkan kamu kepada dokter yang mampu mengobati luka yang perih dan rasa sakit yang pedih, Dia adalah Allah Rabbul ‘alamin. Kepada-Nya lah kamu harus berlari dengan permohonan yang benar. Aku sendiri telah sibuk –tak sempat memikirkanmu- karena firman Allah.

“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat) ketika hati menyesak sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang zalim tidak menyukai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-semabahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mukmin: 18-20). Adakah tempat berlari dari ayat ini?

Beberapa hari kemudian gadis itu kembali berdiri di jalan yang dilewati pemuda itu. Tatkala si pemuda itu melihatnya dari jauh, ia pun hendak kembali supaya tidak melihatnya. Tetapi gadis itu berkata, “Wahai pemuda, jangan kembali. Karena tidak ada pertemuan setelah ini, kecuali di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.” Lalu dia menangis dengan keras. Gadis itu berkata, “Aku memohon kepada Allah dimana kunci hatimu berada di tangan-Nya agar memudahkan urusanmu yang sulit.” Kemudian gadis itu mengikutinya dan berkata, “Bermurah hatilah kepadaku dengan nasihat yang bisa aku bawa. Berikanlah wasiat kepadaku yang bisa aku kerjakan.”

Pemuda itu berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jagalah dirimu, ingatlah firman Allah, ‘Dan Dia-lah yang menidurkanmu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari’ (QS. Al-An’am: 60). Gadis itu tertunduk, dia menangis lebih keras dari tangisannya yang pertama. Setelah itu dia tidak keluar rumah, dia bersungguh-sungguh beribadah. Dia tetap seperti itu hingga meninggal dalam kesedihan, menyesali dosa-dosanya selama ini. Di kemudian hari, pemuda itu teringat akan sang gadis, ia pun bersedih karena kasihan kepadanya.

Wanita itu tidak meraih apa-apa dari orang yang dicintainya, tetapi dia meraih sesuatu yang lebih utama dari dunia dan seisinya, ia menemukan jalan yang baik dan amal yang shaleh. Karenanya Allah memberi wanita tersebut taufik untuk bertaubat dan memudahkannya untuk beribadah. Semoga di akhirat dia meraih apa yang diinginkannya dan berkumpul dengan orang yang dicintainya.

(nwr/Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf)